Senin, Februari 06, 2017

Bungkus Permen

Saya bisa mengatur diri Saya untuk dapat bahagia hanya dengan memakan tahu, walau setelahnya hati Saya akan terasa lembek apabila terlalu banyak memakannya. Kamu tahu tidak, sebuah bungkus permen yang tergeletak di trotoar karena telah dibuang sembarangan oleh seseorang pernah menyelamatkan hidup Saya.

Begini ceritanya,,
Terkadang, ketika atmosfir terasa begitu sangat menyedihkan bagi saya. Disertai kehadiran duka nestapa juga dibumbui nelangsa. Dirangkul oleh suasana terpuruk. Kemudian ingin mati saja. Sangat mencekam, bukan!

.......................
..........

Siang itu di tengah teriknya matahari dengan peluh menetes dan diambang dehidrasi, Saya berjumpa dengan bungkus permen itu. Ia tergeletak, tergoyang angin sepoi dengan sobekan yang membuatnya hampir terbelah. Karena Saya adalah tipe orang yang tidak percaya dengan yang namanya "Kebetulan" menganggap perjumpaan Saya dengan bungkus permen itu sebagai takdir. Saya anggap ini adalah cara Tuhan menyampaikan pesan kepada Saya agar saya tidak melompat ke tengah jalan ketika melihat becak melintas. Maklum saat itu Saya sedang depresi berat sehingga pikiran saya kacau dan ketika melihat becak dari kejauhan saya sempat terpikir untuk mengakhiri hidup Saya dengan cara menabrakan diri kepada becak yang melaju kencang tersebut.

.......................

Terima kasih bungkus permen, kau telah menyelamatkan Saya dari tindakan bodoh yang akan saya sesali. Walau dalam keadaan terkoyak bungkus permen itu tetap bijaksana serta ikhlas menerima takdirnya. Sebelum angin kencang menerbangkannya ia sempat menyadarkan Saya dan berkata.

Katanya :

"Senyumlah, karena Kamu terlalu manis untuk bersedih"




Berkah Satu Kata

Terima kasih Saya ucapkan kepada pemirsa yang sudah meluangkan waktu untuk mampir dan sekedar melihat - lihat blog saya. Juga kepada mereka yang sudah berbaik hati memberikan tanggapan bahkan sekaligus memberikan semangat untuk saya menulis lagi.

Sebelumnya izinkan saya sejenak memejamkan mata untuk sekedar menenangkan badai ide yang berkecamuk di dalam kepala Saya. Berawal dari sebuah kata sederhana yang saya terima dari seseorang yang benar - benar asing. Tapi, dia bukan orang asing, dia orang indonesia juga (kayanya sih). Cuman orang itu pake bahasa inggris dan membuat Saya cukup kerepotan untuk berkomunikasi dengannya namun sukurlah bahwa Tuhan memberikan kecerdasan lebih kepadanya sehingga dia mengerti bahasa Indonesia.

Sudah lama sekali Saya tidak merasakan sensasi Ge-Er seperti ini. Berhubung saat ini saya kembali merasakannya dan ini memberi efek yang baik dalam diri Saya maka, sebaiknya biarkan ini mengalir begitu saja kemudian nikmati sensasinya. Sebut saja Saya rapuh jangankan untuk mendengar sebuah kata pujian, mendengar panci jatuh saja gemeternya bisa semingguan.

......................
............

Tulisan kali ini dikasi judul "Berkah Satu Kata" karena seperti yang kita tahu bahwa efek sebuah kata bisa membawa suka cita tapi, dilain pihak juga bisa membawa derita. Saya kasih contoh ilustrasi mengenai sebuah kata yang sama namun ditanggapi dengan cara berbeda berdasarkan situasi dari masing - masing pendengarnya.

- Positif
Satu kata diatas akan disambut dengan penuh suka cita bahkan di situasi tertentu beberapa orang akan membuat pesta yang sangat meriah tujuh hari tujuh malam lengkap dengan orkestra dangdut featuring marshmello, layar tanceup cineplex, tanjidor, kuda lumping, singa depok, barongsai dan hingar bingar lainnya ketika mendengar kata ini. Ini berlaku bagi pasangan suami istri yang sudah lama menikah dan mendambakan kehadiran seorang anak. Sebuah kata yang diucapkan oleh seorang dokter kandungan kepada pasangan tersebut akan disambut dengan penuh suka cita disertai air mata bahagia.

Di lain pihak kata positif yang diucapkan kepada seseorang yang sehari sebelumnya sudah diambil darahnya untuk diperiksa. Kata positif yang terdengar bisa mendatangkan efek yang berlawanan dengan suka cita. Bahkan tidak jarang membawa derita bagi mereka yang mendengar kata ini disaat melakukan VCT atau test HIV.

Sudahkah anda mengetahui status anda?

.................................

Itu tadi contoh singkat tentang satu kata yang dimaknai dengan cara berbeda. Padahal kata yang sama. Tapi bisa berarti banyak sekali bagi masing - masing pendengarnya. Tergantung situasi kapan, dimana dan oleh siapa kata itu diucapkan.

.............................
....................
............

Mengenai berkah satu kata, saya teringat peristiwa kecelakaan yang membuat saya terjun dari ketinggian disaat bermain layang - layang di atas genteng ketika kecil dulu. Entah kecelakaan entah kecerobohan entah kombinasi keduanya, namanya juga anak anak. Punggung saya patah. Ingatan yang masih sangat jelas berbekas hingga saat ini juga rasa sakitnya. Tapi yang paling saya ingat sebelum saya tidak sadarkan diri saya melihat ibu saya menitikkan air mata sambil mengucapkan kata "Kuat". Seperti sebuah berkat yang membuat saya tetap hidup bahkan terbebas dari kelumpuhan.

Ajaib, bukan!

Kata - kata bisa menjadi anugerah, bisa juga menjadi malapetaka. Hati - hati dalam mengolah kata terutama disaat kita sedang berkaca di depan cermin. Katakan yang baik - baik saja. Karena apapun yang kamu katakan kepada cermin, kamu benar!

Nyambung ga sih.. Ya sudah anggap saja berkesinambungan.




Keep Calm-Deep Breath-Start Your Future-Future Is Now

Sabtu, Januari 28, 2017

Senyum Buat Pac

Hai kamu... Terima kasih karena sudah percaya bahwa saya tidak akan menyakiti kamu dan membiarkan saya masuk kedalam hidup kamu... Untuk itu saya akan bilang "I Love You"

....................................
..................

Sekitar 4 tahun yang lalu ketika saya mendengar teman saya juliet dipanggil dengan sebutan pac atau kependekan dari kata pacar, membuat saya ingin memiliki seseorang yang saya panggil dengan sebutan seperti itu. Semenjak itu pula sadar tidak sadar saya mulai menanam benih yang akan saya beri kepada orang yang memang benar - benar pantas menerimanya.


Hari berganti, bahkan lebaran pun sudah lewat empat kali.. Apa yang saya tanam itu sudah membesar.. tanpa nama, hanya ditandai dengan "pac" dalam hati saya. Sempat berniat untuk mengobralnya ketika kesendirian sudah berubah menjadi hal yang kepalang sunyi. Saya ingin tau rasa dari suara tepukan yang berbunyi.. Berbalas.. Tak bertepuk sebelah tangan.


Awalnya saya kurang begitu yakin akan mendapatkan apa yang saya inginkan, oleh karena itu saya ingin mengobralnya. Hampir saja saya tertipu rayuan gombal seorang hama, tapi untungnya saya terselamatkan oleh dia yang sekarang saya panggil Pac.. Yaaa saya punya pacar.. HOREEE!!

*******

Dia mendengarkan saya dan peduli dengan masa depan saya, untuk itu saya percaya bahwa dia adalah jawaban dari doa saya. Setiap saya memanggilnya Pac.. Saya merasakan sayang yang luar biasa kepadanya.. Dan semoga saja, saya bisa mempertahankan ini semua, selama yang saya bisa.. Amien


-Sayang-kamu-pacar-

(Sebenarnya ini postingan 7 tahun yang lalu karena jarak saya malah menghilang tanpa jejak, jahat banget ya saya)

Asik Bisa Lagi

Saya pikir saya kehilangan blog ini. Setelah sempat beberapa waktu lalu ketika ingin log in sulit sekali masuk kemudian saya pasrah dan mengabaikannya karena pada saat itu tidak saya otak atik karena malas.
Namun saat ini, dini hari dikala hujan mengguyur kota bandung dan juga rokok tinggal sebatang di asbak yang sudah terbakar setengahnya, akhirnya saya bisa masuk dan kembali menulis.
Senang? Tentu saja!
Rasanya seperti CLBK dalam artian Cinta Lama Bersemi Kembali, bukan CLBK yang Celup Lagi Balikan kaga, bukan.. Bukan itu!
Rindu? Iya dong, malahan pake banget.

Pokoknya, Asik Bisa Lagi :)

Minggu, Januari 31, 2016

Dear God

Kepada alam semesta serta unsur - unsur yang bereaksi antara satu dengan yang lainnya. Semua sudah diatur dan ada yang mengaturnya. Sang pengatur jelas memiliki kasih dan sayang yang tiada tanding serta selera humor yang sangat sempurna.

Baik buruknya setiap kejadian yang terjadi sebaiknya ditertawakan saja sebagai bentuk pengertian iman kepada selera humor itu.

Sedikit senyuman juga tidak apa. Karena menguras air mata tidak sama dengan menguras bak mandi.

Maka dari itu dengan ini saya menyatakan akan menertawakannya. Terima kasih sudah menghibur saya, Tuhan!



You're the best

Kamis, Desember 31, 2015

Lama Hilang Kemudian Kembali

Anggap saja ini terapi
ya seperti orang yang sedang mencoba berjalan kembali
setelah melewati masa kritis pasca operasi pengangkatan proyektil yang bersarang dibelakang dahi
Memulai semuanya dari awal kembali
Bukan berarti sudah benar - benar lupa
Hanya sekedar butuh penyesuaian saja
Menyelaraskan segalanya dengan segalanya.
ya, segalanya dengan segalanya


Mari senyum :)

Senin, Desember 08, 2014

GRAVITASI


Kaki gunung, langit cerah, jangkrik, bulan dan juga angin. Juga kami berdua. Dalam posisi duduk memeluk lutut Aku mulai bersuara memecah keheningan.

"Apa ada yang tahu apa yang sedang dilakukan Tuhan saat ini. Aku? Tidak tahu. Kamu?"

.............
......

Dia hanya menggelengkan kepala sambil mengerucutkan bibir dengan bola mata tertuju ke arah langit tanpa menengadah pertanda dirinya tidak tahu juga. Aku pun dibuat tersenyum melihat tingkahnya yang terlihat menjadi lucu dengan kombinasi ekspresi yang seperti itu.

Dia bergumam "Aku penasaran ingin melihat Tuhan"

Kemudian Aku berdiri sementara dia masih begitu, sepertinya dia terlalu serius menanggapi pertanyaanku, juga karena rasa penasaran sehingga dia menambahkan sedikit ekspresi memelas kepada bintang. Entah apa yang ada di dalam kepalanya saat ini bahkan dia tidak sadar bahwa Aku sudah berdiri tepat dibelakangnya dengan kedua tangan diangkat tinggi lengkap dengan batu besar dan juga berat. Sangat berat. Berat sekali.

Kemudian,

.....................
..........

Dia sempat melihat namun tidak sempat berteriak. Beban begitu berat. Aku tidak kuat.

Gravitasi juaranya

Kamis, Agustus 09, 2012

1/4 ABAD

Hai,
Hari ini Kamis 9 Agustus 2012 dan matahari belum terbit dari barat
Aktivitas matahari masih seperti biasanya.. ia muncul dari timur
Cerah
.
.....................................
.........................
............ 
.
Hai,, apa kabar? 
Apakah kamu masih di alam mimpi?
.
......................................
.
Sebaiknya, dirimu kamu cubit.. apa itu terasa sakit?
.
.....................................
............................
.................
.
Kamu dimana?  
Dekatkah kamu dengan mimpi favoritmu itu? 
Lalu,,
.
....................................
.
Kenapa kamu masih terbaring dengan air mata?
Kenapa? Apa memang menyakitkan? ataukah kamu kelelahan? Apakah memang sudah tidak ada tenaga untuk bangkit? 
.
.......................................
..........................
............. 
.
Hey, lihat!
Matahari sinarnya sudah hangat 
Hembus angin tetap sejuk
.
 ..........................................
.
Sekarang, apakah kamu masih bisa melihatku dan kembali tersenyum?
.
........................................
..........................
............ 
.
Hai, seperempat abad.. akankah kamu berkata kepadaku “jangan menangis”? 
Akankah kamu meyakinkan aku, bahwa aku benar – benar mampu?
Jika kamu merasa kesepian, akankah kamu ingat padaku Si Tukang Mimpi? 
Akankah kamu tersenyum saat memikirkannya?
.
...........................................
.............................
............. 
.
Hai kamu, diriku.. bangunlah! 
Tuntaskan mimpi kita! 
Hai seperempat abad, selamat.

Selasa, Desember 27, 2011

Maju Terus

Berteriak hanya akan menyakiti tenggorokan karena aku bukan rockstar.. Bila kamu seorang penari balet, kemampuan kamu bisa menjadi aset.. Atau kamu ahli dalam hal berkomunikasi dengan binatang, lalu kenapa takut saat melihat harimau datang..

Bila masih bisa dibicarakan ya komunikasikanlah, negosiasi sebelum berubah jadi basi daripada hanya menunduk dan membiarkan kepalamu di injak kaki.. Bukankah kamu tidak suka hal seperti itu, sehingga dulu kamu tidak segan - segan membasmi semua kutu yang ramai - ramai menginjak kepalamu..

Meskipun kamu tutup mata, cahaya yang didekatkan tetap bisa menyilaukan pupil yang tersembunyi dibalik kelopak matamu.. Banyak kata - kata yang dibuat tanpa melibatkan otak.. Lengkungan cangkir kamu kira ular! mata berhasil mengelabui pandanganmu.. Konyol.. Makanya, pikir dulu sebelum teman - temanmu mendengar cerita tentang ketakutanmu akan ular yang kau lihat itu..

Tak ada gunung yang bisa menghalangi matahari, meskipun semua gunung tinggi di dunia ini ditumpuk jadi satu.. Kamu masih bisa melihat matahari itu, sayang!..

Untuk apa bersedih? Senyumlah!
Kebahagiaan ada di hadapanmu, teruslah maju!

Selasa, Oktober 11, 2011

Semangat Sepeda

Memanjat itu seru, yang menyebalkan itu saat jatuh dan yang lebih menyebalkannya lagi terpuruk dalam kejatuhan dan menyerah untuk bangkit kembali..

.......................................
.......................
......


Masih kuingat masa kecilku saat Ayah dan Ibu memberiku hadiah, sebuah sepeda di ulang tahun yang ke - 10. Aku senang. Sangat senang.

Berkali - kali aku jatuh dalam usahaku menguasai sepeda yang roda kecil tambahan dibagian belakangnya sudah dilepas. Aku ingin tantangan. Menantang diriku untuk tidak bergantung pada roda bantuan. Menghentikan ejekan teman - teman yang sudah piawai dengan sepedanya masing - masing. Aku berjuang. Aku jatuh. Lagi dan lagi. Tapi aku tetap berusaha sampai aku bisa.

Masih kuingat......

Dalam usahaku menguasai sepeda. Ada banyak sakit dan luka. Di jidat, lutut, sikut, tangan, paha, pergelangan kaki, terkilir, memar, berdarah sampai patah tulang ringan. Tapi semua sakit dan luka kusambut dengan cengiran dan tawa kecil. Saat itu aku tak pernah menangis. Entah kenapa? Setiap kali jatuh yang kulakukan hanya meringis tanpa tangis.

Aku juga ingat......

Kejatuhan paling parah saat aku bersepeda.....

Di jalanan besar komplek perumahan. Mengayuh sepeda sekencang aku bisa mecoba beberapa atraksi lalu terpelanting karena jalan berlubang ketika aku sedang berdiri diatas sepeda dan lututku harus kehilangan kulitnya. Darah bercucuran. Aku meringis lalu terdiam menenangkan diri sambil mencari ke arah mana sepedaku melemparkan diri.

"Wah, jauh sekali rupanya!" Terkekeh dalam hati.

Aku mencoba berdiri dan jatuh kembali merasakan lutut luar biasa nyeri. Aku baru sadar bahwa tadi aku jatuh keras sekali sehingga aku kesulitan berdiri dan berjalan tertatih - tatih menuju sepeda yang terbaring tak sadarkan diri.

Sakit?
Tentu saja!
Tapi aku tetap bisa mengayuh sepeda sampai rumah. Mengobati luka seadanya lalu keesokan harinya aku tetap main sepeda walau lukanya masih basah. Bersenang - senang.

Dasar anak - anak!

Mengingat hal - hal tadi dan melihat aku saat ini membuat aku malu pada sosok anak itu.

Ayolah, bangkit anak muda! Bersenang - senanglah!

Senin, Agustus 08, 2011

Akan baik - baik saja

Ada Jalan yang hrs ditempuh
Ada janji yang harus dpenuhi
Sepadan dengan resiko yang dijalani
Banyak kehilangan dalam perjalanan

Apa aku menyesal?

Tidak..

Ada perjuangan yang belum aku menangkan
Menggunakan kebanggaan untuk menyemangati diri menyambut hari esok dengan menikmati hari ini..
Terus bergerak meski hanya berkedip..

Kenapa?
Karena Berdiam diri itu dosa

Syukur kepada tuhan karena aku tahu dimana aku berada..

Dan semuanya akan baik - baik saja..

Kamis, Agustus 04, 2011

Berlatih Terima Kasih

Katanya di bulan upil bisa meledak.. *hening

Tinggal menghitung hari menyambut angka dua puluh empat yang akan jatuh pada tanggal sembilan bulan ini.. Sounding dari sekarang siapa tau bisa dapet bingkisan dari siapapun yang mengatasnamakan dirinya hamba Allah.. (Bu kasihan bu.. Seumur - umur belum pernah punya mobil mewah.. Pak kasihan pak)

Bingkisan bisa anda kirimkan dalam bentuk apapun.. Baik itu bingkisan berupa barang pecah belah maupun paket liburan ke dunia kapur.. Maaf, bila anda hendak mengirimkan bom waktu, silahkan kirimkan ke alamat yang tertera di bawah ini.. *nunjuk ke bawah*

(Jl. *********** No. *******)


......................................(Mikir)................
..........(Masih mikir)................
.......(.........).....................
.................


Ngomong - ngomong hadiah.. terus aja minta.. Giliran udah dapet.. Kesenengan.. Lupa deh bersyukur.. Hmhmhm.. Iya gue tau.. Gue kadang bilang terima kasih hanya berteriak dalam hati.. Tapi memang ada hal yang harus disampaikan.. Kalo ga bisa lisan coba dengan tulisan..

Tuhan, terima kasih telah menciptakan makhluk yang dinamakan Ibu dan Bapa..
Tuhan, terima kasih telah menciptakan makhluk yang dinamakan adik..
Tuhan, terima kasih telah menciptakan makhluk yang dinamakan sahabat..
Tuhan, terima kasih telah menciptakan mereka semua yang dengan wajah penuh cerah ceria dalam kesetiaan dan kedalaman cinta, ngasih gue semangat untuk tetap kuat dan menjadi hebat..


Terima kasih, Salam metal..

Sabtu, Juli 30, 2011

Em a ma el e le esEm a ma el e le es

Geez.. What I've done..

Begitu banyak catatan yang bisa gue bagi tapi tidak sempat atau mungkin tidak terlalu banyak dorongan untuk dituliskan disini..
Lebih tepatnya MALAS..

Malas - malasan memang awalnya enak, tapi karena terlalu lama dan sering berkutat dengan si malas jadinya melekat dan menjadi agak sulit untuk dikikis.. Tapi tetep harus bisa dilawan lah.. Go move ur ass karena perut perlu makan.. Masa situ mau ngais - ngais tong sampah buat ngisi perut.. Mending dipake buat kerja yang bener ah..

Pengalaman yang pernah terjadi di masa yang sudah terlewati.. Mau yang bagus mau yang jelek.. Past just past.. So let it go..
Emang sih lo pernah jaya.. Tapi kan itu dulu...
Emang sih lo pernah ketipu.. Tapi kan itu dulu..
Emang sih lo pernah (apa keluhan lo).. Tapi kan itu dulu..
Ya udah sih yang udah ya udah aja.. Mau diinget - inget ya silahkan.. Mau dibuang gitu aja juga terserah.. Asal jangan ampe menuh - menuhin otak dan mengabaikan tentang dunia yang bernama "sekarang"

Kemaren gue nyesel.. Tapi udahlah ya!
Tadi gue sedih.. Tapi udahlah ya!
Barusan gue kecewa.. Tapi ya udahlah!
Kepikiran sih.. Tapi udahlah ya.. Ngapain juga dipikirin.. Menuh - menuhin otak aja

Hey malas, udah dulu ya maennya!!
Kelamaan maen ama kamu jadi kecanduan deh..
Benci sama kamu sih enggak mal, cuman ya kalo terlalu sering maen ama kamu ya kasihan juga si rajin, dia jadi ga ada temen.. Tapi thx berat lho, mal! jamuan tidur super puasnya enak banget! Seru sih! Ntar deh kita main lagi ya.. Sekarang gue mau main ama si rajin dulu ya, mal!

See u when I want to see u malas!

Minggu, Juni 26, 2011

CEBOKEC - Cerita Botol Kecap

Alkisah, ada seekor sepeda ontel jatuh cinta kepada seorang botol kecap..

Sepeda ontel berasal dari keluarga rongsokan sementara botol kecap adalah putri semata wayang penguasa kedelai..

Sebut saja oon dan kekec.. Mereka bertemu di kebon cengek (cengek adalah rawit dalam bahasa sunda)

Kemesraan oon dan kekec membuat putra mahkota kerajaan angin ribut iri, disamping iri ia juga terpesona oleh kemolekan botol kecap..

Di hadapan ayahnya, Abut si putra mahkota, merengek minta botol kecap, ia berguling - guling di awan sambil sesekali menggigit matahari.

*bersambung* (sambungannya ntar aja kalo ada ide lagi ya.. Mentok nih)

Ealaaaaah.. Baru segini aja udah mentok.. Katanya pengen bikin novel.. Gimana toh.. Kaya eek putus deh.. Tapi kalo soal sambungannya mah gampang lah kan ntar bisa eek lagi kalo udah mules.. *ketawa unyu*
Ini sih cuman sekedar mengupdate blog saja pemirsa.. Ya ya ya.. Udah ah segini aja.. Malu sama Allah (apa hubungannya (¬_¬") coba!)

See u when I see u..

Assalamualaikum.. *lempar cium*

Jumat, Desember 24, 2010

Abaikan

Ya segini juga lumayan.. Bersyukurlah.. At least kembali punya blackberry dan jalur komunikasi kembali terhubungkan lancar jaya alhamdulillah..


Berbicara soal kesalahan yang pernah dilakukan di masa yang sudah terlewati.. Mmmm.. Apa ya? Ya gitu deh.. Sekedar ingin menulis begitu, tanpa ada maksud tertentu..


Hanya memanfaatkan media yang ada.. Bisa juga disebut ajang coba - coba.. Atau juga sedang uji kelancaran serta ketahanan keypad tuts keypad yang tersedia.. Maklum lah pemirsa.. Ini barsek.. Barang seken.. Tapi biarpun seken sekali bayar lho.. LUNAS.. Percaya ga percaya.. Ya, tergantung bagaimana anda menyikapinya..

..............................
..............


Kejahatan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, siapapun anda waspadalah.. Wassalam


APA coba?


#abaikan

Senin, Juli 05, 2010

Bon

Aku ingin tahu bagaimana rasanya hidup yang benar - benar untuk diriku. Pendapatanku aku belanjakan untuk semua kebutuhanku dan juga untuk memuaskan keinginanku.

Dalam kerajaan ada turun temurun tahta. Dalam hidupku ada turun temurun masalah. Setelah aku observasi garis masalahnya ternyata ini merupakan duplikasi turunan yang berputar bagai lingkaran setan. Aku harus segera menghentikannya.

Mulai dari arah mana saja lah, asal ada sedikit celah, masuk aja. Hey kamu, apa rasanya kalo suatu kerajaan hanya menyisakan singgasana tanpa tahta lalu ketika kamu buka peti - peti kayu yang kau sangka berisi bongkahan emas, ternyata isinya hanya catatan tentang kerajaan lain yang telah dan akan segera mengambil aset kerajaanmu, karena raja - raja sebelumnya memiliki banyak hutang yang tak terbayar.

Kerajaanmu telah membesarkanmu dengan berhutang lalu setelah kau cukup besar, semua tagihan dijejalkan ke dalam ransel hidupmu. It's gonna be SUCK!!!

Hidupku tak terlalu ekstrim seperti itu, tidak akan menyisakan "SUCK!!!", paling cuma "suck!"

Selasa, Juni 22, 2010

Lion Roar

Niat mau silau dan melupakan semua prinsip yang ada, ternyata tidak cukup kuat untuk bisa mendustai hati. Bahkan setelahnya, saya tidak merasakan apa - apa.

Rasanya sama seperti ketika saya onani sendiri, di tempat tidur ataupun kamar mandi. Hanya nikmat sesaat yang saya dapat, selebihnya nothing! Ya, tidak ada. Tidak ada kesan yang muncul, hanya lemas.

Ditambah lagi dengan pertanyaan kenapa saya tidak begini begitu! HELLO!!! You don't know me yet. I told you before kan, untuk sebaiknya kita saling mengenal dulu. But you didn't listen. Jadi jangan salahkan saya, karena saya tidak pernah menjanjikan apa - apa!!

Ya sudah, silahkan telan konsekuensinya, ya!! I gave you choices and you've choosen.

"So, never pushing the lion to eat vegetables, ok!"

Senin, Mei 24, 2010

Celoteh cermin

Sambil berbaring, pikiran berpetualang jauh ke negeri dongeng. Distorsi warna dalam diri menyamarkan bayangan asli sosok si petualang mimpi. Tumpang tindih bagai tak berbentuk diantara : saya, aku dan gue. Padahal, apapun sebutannya tetap saja kami adalah satu kesatuan. Kenapa menyebut kami pada satu pantulan bayang di cermin? Dan untuk apa, menjadi bingung karena persoalan semacam ini. Merepotkan saja!

Saya adalah aku, dan aku ya gue gue juga, terus gue juga bisa jadi saya kok. Ah sudahlah mulai bercerita daripada saling meledakkan satu sama lain. *bernafas

.............................................
...........................

"saya akan mulai berbicara tentang sesuatu yang menurut saya akan bermanfaat buat anda semua, mengenai persoalan ..."

"heh sebenernya lo mau ngomong apa sih, kebanyakan ngemeng lo, ngantuk gue"

"sebaiknya anda diam dan dengarkan cerita saya dulu, dan satu lagi memotong pembicaraan orang itu tidak sopan"

"jiah sewot amat sih lo!"

"udah ,,, kok malah jadi berantem sih. Udah kamu sini duduk sebelah aku, kita dengerin dia dulu ya"

"ya udah deh gue diem, tapi lo bilang ama dia mukanya jangan ditekuk kaya gitu, terus lo suruh dia senyum, ok"

"bukannya aku ga mau ya, tapi sebaiknya kamu ngomong sendiri langsung deh"

"iya deh gue minta maaf udah motong omongan lo tadi"

"anda, saya maafkan"

"sebenernya sih gue pengennya kita berbagi cerita dan sorry to say ya, tadi gue sempet nganggap lo akan berceramah tentang segala sesuatu yang menurut gue sih omong kosong, makannya gue potong, sorry ya!"

"saya hargai kejujuran anda, dan saya juga minta maaf karena saya berpikir saya yang paling pintar disini, anda benar, kita seharusnya berbagi cerita"

"aku seneng deh kalo udah kaya gini, lebih baik kita mulai ceritakan apa saja, supaya kita saling memahami"

"iya dia bener tuh, kita musti saling memahami satu sama lain, eh by the way sebelum gue potong, tadi lo mau ngomong apa emangnya?"

"haha jujur saja, saya lupa"

"haha (dobel)"

"sorry lagi deh. Gue jadi feeling guilty gini"

"kamu sih!"

"saya tidak apa - apa, anda tidak usah merasa bersalah seperti itu"

"terus, sekarang mau ngomongin apa nih kita. Lo ada ide?"

"kalo kata aku sih mending kamu tanya dia tentang apa yang dia pikirin deh"

"iya tuh bener, emang lo lagi mikirin apa sih? Gue liat muka lo kaya orang yang mumet gitu"

"saya sedang memikirkan kita"

"kita? (dobel)"

"iya kita!"

"tentang apa?"

"hidup"

"wiiis, berat amat pikiran lo, hehe"

"hooh, aku juga dongdong nih"

"hahaha (triple)"

............................................
........................

"saya usulkan untuk kita jalan beriringan, saling mendengarkan satu sama lain dan tidak saling menggiring ya"

"setuju (dobel)"

Selasa, Mei 18, 2010

Maafkan saya, ibu

"Emosi, membuat telinga kami menjadi tuli dan lidah dibuat lincah melontarkan sumpah serapah"

Ada sesal setelahnya. Saya telah melukai perasaan ibu saya. Seharusnya, saya menghibur beliau, atau minimal mendengarkan apa yang ingin dikatakannya kepada saya. Saya jahat. Saya lepas kendali dan membiarkan rasa marah mengambil alih tubuh saya. Bukannya mendengarkan apa yang ingin diutarakannya, malah mencacahnya dengan lidah saya. Lalu hening. Tidak ada air mata. Hanya semburat raut kecewa diantara kami berdua yang sama - sama menyimpan luka. Hening. Hanya hening.

Hati berteriak "maafkan saya ibu" namun yang terdengar hanya suara kerongkongan yang menelan ludah secara paksa. Kami berbaring, punggung kami berhadapan. Kami sadar, lidah kami baru saja saling melukai. Ada sakit dan perasaan bersalah dalam hati saya. Setitik air mata jatuh di pipi. Semu. Untuk apa air mata ini? Tanpa jawaban yang jelas, Saya membiarkan alirannya menderas.

......................................
...................

Saya melihatnya sudah tertidur, deru nafas dalam tidurnya sama seperti orang sehabis sesunggukan.
"maafkan saya ibu" kembali hati saya berteriak bersama air mata yang kembali membanjir.
Saya jahat. Saya jahat. Saya jahat. Saya jahat, membiarkan ibu tidur dengan membawa kecewa dan luka. Saya jahat.
Apapun alasannya tidak seharusnya saya berbuat seperti itu. Meskipun hanya lewat kata - kata tetap saja tidak seharusnya saya melontarkan sumpah serapah kepadanya. Tidak boleh.

Lagu lama, menyesal tak pernah diawal, selalu saja datangnya belakangan.
"maafkan saya ibu" lagi - lagi hanya menjerit dalam hati dan kembali berair mata.

..................................
.................

Tangan lembut membelai rambut saya, sambil berkata "kenapa?" penuh perhatian. Itu suara ibu, ia terbangun, saya sedang memeluk kaki dengan wajah terbenam kedalam lutut. Kini ia merangkul saya yang sedang menggulung, diusapnya punggung saya. Kembali hening

"maafkan saya, ibu"

Dekapan ibu semakin erat.

"ibu juga minta maaf, nak"

Kami menangis bersama.

Jumat, April 23, 2010

Pesan Masuk

Waduh,,, lama tidak meracau di blog membuat otak saya overload dengan ini itu. Overload bukan karena banyak diisi oleh sesuatu yang berfaedah, malah cenderung masuk dalam kategori sampah. Apa ini, apa itu, lalu mata nutup sebelah sambil teriak "Apaan tuh?" hahaha udah kaya jaja miharja bawain acara kuis dangdut deh.

Saya semakin tidak teratur belakangan ini dan apabila diteruskan ketidakteraturan itu, maka hidup saya akan semakin ngelantur. Ketika seorang teman datang melalui pesan kedalam inbox handphone saya, dengan mudah otak saya mencetus solusi untuk mereka dan ada terima kasih di akhir pesan ketika masalah mereka menemui titik terang. Sepertinya saya juga harus melakukan hal yang sama seperti teman saya itu. Mengirim pesan ke inbox saya sendiri lalu membalasnya dengan solusi cemerlang yang biasa saya lakukan kepada teman - teman saya. Tidak ada salahnya kan dicoba. Ya coba saja lah. Ok